diks

diks
Pictures

Sabtu, 30 November 2013

Moses




        Moses lahir saat Raja Mesir memerintahkan semua anak lelaki, baik itu keturunan Mesir maupun Yahudi dibunuh. Penyebabnya tidak lain adalah mimpi yang dialami oleh Ramses, yakni Raja yang berkuasa di Mesir. Dia melihat tahtanya direbut oleh seorang anak yang bukan dari keturunannya.
        Dengan kejadian itu, gemparlah tanah Mesir. Para pendudukpun dicekam ketakutan yang luar biasa. Mereka mati – matian menyelamatkan putra mereka yang baru terlahir ke dunia. Selain itu kaum lelaki juga terancam ikut kerja paksa membangun istana megah Ramses.
        Seorang perempuan Yahudi bernama Yokhebed yang takut jika putranya terbunuh akhirnya mengikuti kata hatinya untuk menghanyutkan Moses ke Sungai Nil dalam sebuah peti kayu dan diawasi oleh sang adik, Miriam. Kotak itu masuk ke kalangan istana dan ditemukan oleh permaisuri Ramses. Dari situlah, asal usul Moses menjadi keluarga istana Mesir. Dia tumbuh dan besar dalam lingkungan yang menyembah Dewa Ra dan Ramses. Tetapi Moses justru tertarik dengan Tuhan yang tak terlihat wujud-Nya. Ia mulai mencari tenteng Dzat Maha Esa hingga keteguhanya membuat Tuhan memilihnya menjadi nabi yang membawa risalah suci bagi kaum Yahudi yang selalu menyekutukan Tuhannya.
        Dari situlah Moses dan kakaknya yang bernama Harun berjuang untuk menyadarkan dan menyelamatkan kaum Yahudi. Tetapi Ramses menghalangi niat baik Moses. Saat Moses mengajak kaumnya untuk keluar dari Bumi Mesir, Ramses dan bala tentaranya mengejar kaum Moses. Saat tiba di Laut Merah, Moses dan kaumnya dapat menyebrangi Laut Merah. Karena dengan seijin Allah Laut Merah tersebut dapat terbelah selebar gunung. Kaum Moses dapat menyebrang lautan, sedangkan Ramses dan bala tentaranya tidak dapar menyebrang, karena saat rombongan Ramses berada dilautan, laut tersebut kembali lagi menutup. Tewaslah Ramses dan para tentaranya.
        Moses dan para pengikutnyapun berencana melanjutkan perjalanan sampai ke Palestina. Tetapi saat memasuki bumi Kana’an, Moses merasa ajalnya semakin dekat. Maka ia segera menunjuk Yosua bin Nun sebagai penggantinya. Yosua adalah murid Moses yang menurutnya sanggup menggantikan risalah yang dibawanya agar tetap murni dan ditaati oleh kaum Bani Israil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar