diks

diks
Pictures

Sabtu, 30 November 2013

Jawa Barat



Faktor yang Mempengaruhi Kebudayaan Jawa Barat, dan Secara Garis Besar Adalah Sebagai berikut :

      1.       Faktor Kitaran Geografis (lingkunngan hidup, geografisch milleu)
Faktor lingkungan fisik lokasi geografis merupakan sesuatu corak budaya sekelompok masyarakat. Dengan kata lain, faktor kitaran geografis merupakan determinisme yang berperan besar dalam pembentukan suatu kebudayaan.
      2.       Faktor Induk Bangsa
Ada dua pandangan yang berbeda mengenai faktor induk bangsa ini, yaitu pandangan barat
Dan pandangan Timur. Pandangan barat berpendapat bahwa perbedaan induk bangsa dari beberapa kelompok masyarakat mempunyai pengaruh besar tehadap suatu corak kebudayaan. Berdasarkan pandangan barat, umumnya tingkat peradaban didasarkan atas ras. Oleh karena itu, bangsa-bangsa yang berasal dari ras Caucasoid dianggap lebih tinggi daripada ras lain, yaitu Mongoloid dan Negroid yang lebih rendah dari ras Mongoloid yang memiliki ras khusus seperti Bushman (Afrika Selatan), Vedoid (Sri Langka), dan Australoid (Australia). Tetapi, pandangan Timur berpendapat, bahwa peranan induk bangsa bukanlah sebagai faktor yang mempengaruhi kebudayaan. Karena, kenyataannya dalam sejarah budaya Timur sudah lebih dulu lahir dan cukup tinggi justru pada saat bangsa barat masih “tidur dalam kegelapan”. Hal tersebut semakin jelas ketika dalam abad XX, bansga Jepang termasuk ras Mongoloid mampu membuktikan bahwa mereka bangsa-bangsa Timur tidak dapat dikatakan lebih rendah daripada bangsa Barat.
      3.       Faktor Saling Kontak antarbangsa
Hungan yang makin mudah antarbangsa akibat sarana perhubungan yang makon sempurna menyebabkan satu bangsa  mudah berhubungan dengan bangsa lain. Akibat adanya hubungan antarbangsa ini, dapat atau tidaknya suatu bangsa mempertahankan kebudayaannya tergantung dari pengaruh kebudayaan mana yang lebih kuat. Apabila kebudayaan asli lebih kuat daripada kebudayaan asing maka kebudayaan asli dapat bertahan. Tettapi, apabila kebudyaan asli lebih lemah dari kebudayaan asing maka lenyaplah kebudayaan asli dan terjadilah budaya jajahan yang bersifat tiruan (colonial and imitative culture). Teteapi, dalam kontak antarbangsa ini, yang banyak terjadi adalah adanya keseimbangan yang melahirkan buday campuran (acculturation).
         Solusi agar budaya asli Jawa Barat tetap ada dan lestari adalah kita selaku pribumi harus menjaga, melestarikan, dan menjungjung tinggi budaya kita sendiri. Kita harus dapat menyaring budaya dari luar agar budaya Jawa Barat tidak hilang, dan budaya negatif dari luar tidak dapat masuk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar